About us

Showing posts with label Kras. Show all posts
Showing posts with label Kras. Show all posts

Wednesday, 4 June 2014

Bagaimana mendeteksi mutasi KRAS

Biozatix News  - informasi popular life science dan kedokteran
Kanker kolorektal adalah kanker dengan peringkat keempat terbanyak yang diderita pria dan wanita. Erbitux (Cetuximab) dan Vectibix (Panitumumab) adalah obat yang berbasis pada antibody EGFR yang digunakan sebagai target terapi metastatic colorectal cancer (mCRC). Sekitar 40% pasien mCRC memiliki mutasi pada gene KRAS di sel tumornya. Tumor dengan mutasi KRAS di kodon 12 atau 13 bersifat resisten terhadap terapi EGFR. Oleh karena itulah terapi EGFR pada mCRC yang menggunakan Erbitux® atau Vectibix®hanya direkomendasikan pada tumor yang tanpa mutasi.
RealLine KRAS Detect kit didesain untuk mendeteksi tujuh mutasi pada kodon 12 dan 13 gen KRAS yang terkait dengan resistensi terhadap terapi anti-EGFR. Mutasi-mutasi ini dideteksi  dengan allele specific real-time PCR. Dalam kit sudah termasuk :
- 7 mastermix spesifik untuk 7 mutasi
- 1 kontrol PCR mix
Produk PCR KRAS dideteksi dengan 5’-nuklease dengan menggunakan probe berlabel FAM. Berbeda dengan reagen untuk deteksi KRAS, PCR Mix mengandung probe internal control yang berkorespondensi dengan primer yang berlabel ROX. Internal control berfungsi untuk menguji ada tidaknya inhibitor PCR yang dapat menyebabkan hasil false negative.  PCR mix mengandung semua reagen kecuali Taq DNA polymerase yang tersedia dalam tabung yang berbeda. Dalam kit juga sudah tersedia kontrol positive DNA dengan mutasi gen KRAS dan kontrol negative DNA (DNA manusia tanpa mutasi pada gen KRASnya).

Thursday, 29 May 2014

Penemuan dalam hal cell Signaling dapat membantu melawan kanker Melanoma

Biozatix-news -  Informasi populer life science dan kedokteran
Tubuh manusia melakukan tugas besar dalam meghasilkan sel-sel baru untuk menggantikan sel-sel yang mati namun itu tidak sempurna. Sel perlu untuk berkomunikasi untuk menentukan kapan mereka menghasilkan sel baru. Kesalahan komunikasi  pada sel dapat menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak terkontrol dan menjadi penyebab berbagai macam kanker. Di University of Texas Health Science Center at Houston (UTHealth) Medical School, para peneliti membuat penemuan kunci dalam cell signaling yang relevan untuk melawan kanker melanoma kulit dan beberapa tumor tertentu.
Para peneliti melaporkan bahwa mereka telah menemukan mengapa kelas obat seperti BRaf inhibitor yang banyak digunakan untuk mengobati melanoma tidak selalu bekerja dan bagaimana potensi obat tersebut dalam mempercepat pertumbuhan kanker pada pasien tertentu. Melanoma, menyebabkan hampir 9000 kematian per tahun.
Signal pertumbuhan dipindahkan dari permukaan sel ke nucleus oleh sebuah rantai protein yang membentuk jalur signaling. Perintah dari sel untuk membelah membentuk sel baru disampaikan oleh rantai dari empat protein (Ras  -->     BRaf   -->      MEK  -->      ERK).  Semua sel memiliki jalur ini dan jalur tersebut efektif dalam membentuk sel baru selama ini.
Masalah muncul saat terjadi mutasi pada satu dari dua protein pertama dalam rantai karena keduanya menduduki posisi kunci dalam membuat jalur signaling dalam konsisi aktif. Berita baiknya adalah dokter memiliki obat yang dapat memblok signal dari protein kedua yang dikenal dengan nama BRaf.  Obat ini merupakan inhibitor  BRaf yang telah sukses dalam mengobati melanoma dengan mutasi protein BRaf.
Berita yang tidak terlalu baiknya adalah dokter tidak dapat memblok singnal dari protein pertama  yang dikenal dengan naman Ras. Oleh karena itulah para peneliti melakukan studi secara in vivo untuk mengetahui apa yang terjadi apabila inhibitor BRaf diaplikasikan pada manusia dengan mutasi Ras.
“Secara mengejutkan, studi menunjukkan bahwa BRaf inhibitor tidak dapat memblok signaling pada sel melanoma dengan mutasi Ras. Obat ini justru memicu aktivitas signaling yang tidak normal. “ kata Kwang-jin Cho, Ph.D., ketua peneliti di  UTHealth Medical School.