About us

Saturday, 14 June 2014

Efek alegi rempah-rempah

Biozatix News - informasi popular sains teknologi dan kesehatan
Rempah-rempah merupakan salah satu produk yang paling banyak digunakan di dunia yang ditemukan dalam makanan, kosmetik, dan produk perawatan gigi. US FDA tidak mengatur tentang rempah-rempah, yang berarti bahwa rempah-rempah seringkali tidak tercatat dalam label makanan, membuat rempah-rempah mungkin menjadi allergen yang paling sulit dideteksi. Berdasarkan perkiraan kasar, alergi terhadap rempah-rempah bertanggungjawab pada 2 persen alergi makanan. Dimana biasanya tidak dapat terdiagnosis karena kurangnya tres kulit atau tes darah yang sesuai.
Wanita cenderung lebih rentan mengalami alergi rempah-rempah. Make up, minyak tubuh, pasta gigi dan parfum dapat mengandung satu atau lebih rempah-rempah. Pemicu alergi rempah-rempah yang umum diantaranya adalah kayu manis dan bawang, namun bervariasi juga mulai dari lada hitam hingga vanili. Beberapa rempah-rempah dicampur bersama mulai dari 3 hingga 18 jenis rempah-rempah, dan semakin banyak campuran maka semakin tinggi kecenderungan alerginya.
Reaksi alergi dapat disebabkan karena menghirup, memakan atau menyentuh rempah-rempah. Gejalanya bervariasi mulai dari bersin ringan hingga reaksi alergi yang membahayakan kehidupan yang dikenal dengan nama anaphylaxis. Bahkan pada seseorang yang hanya alergi pada satu jenis rempah dapat memiliki reaksi yang berbeda ketika rempah tersebut dicampur dengan yang lain. Menurut ahli, terdapat beberapa karakteristik unik mengenai campuran rempah, yaitu :
- Sebuah campuran lima jenis rempah sebenarnya mengandung tujuh jenis rempah
- Nama campuran yang sama belum tentu memiliki komponen yang sama
- Terdapat beberapa macam kari, masing-masing memiliki campuran rempah yang berbeda

Biocare Folate Receptor alpha IHC Assay Kit

Biozatix News - informasi popular life science dan kedokteran
Mouse anti-human folate receptor alpha monoclonal antibody [26B3.F2] specifically recognizes the alpha isoform of folate receptor. Folate receptor alpha is primarily expressed in the apical surface of some polarized epithelial cells of normal tissues (such as kidney, lung, breast, and salivary glands) and on many cancer cells of epithelial origin; namely, ovarian cancer, thyroid cancer, non-small cell lung adenocarcinoma (NSCLC) and endometrial cancer.
In the most widely studied tumor, epithelial ovarian cancer, expression of FRalpha increases with tumor stage [12], and is associated with decreased survival [11]. However, in NSCLC, FRalpha has been shown to be specific for adenocarcinomas relative to squamous cell carcinoma and other histologic subtypes, and increased expression has been correlated to increased survival [4,9].

diagnostic kanker dengan teknologi molekular, sangat membantu mempertajam diagnosis dan pronosis kanker. Saat ini teknologi molekular telah banyak digunakan untuk diagnosis kanker serta penyakit yang disebabkan oleh perubahan pada level DNA dan genetic lainnya.

Biocare pelopor double stain, dengan double stain IHK Biocare memberikan solusi untuk mendiagnosis Atypical Ductal Hyperplasia (ADH), dengan 5 antibody untuk mempertajam diagnosis kanker payudara

Friday, 13 June 2014

Pesien Kanker Kolon, Jangan makan terlalu banyak makanan yang mengandung karbohidrat

Biozatix News - Informasi popular life science dan kedokteran
Sebuah studi baru yang dilakukan oleh Dana-Farber Cancer menunjukkan bahwa mantan penderita kanker kolon yang memiliki pola makan dengan makanan kaya karbohidrat dan gula komplek  cenderung mengalami kekambuhan terserang penyakitnya lagi dibandingkan dengan pasien yang memakan makanan seimbang.
Hubungan ini terutama sangat erat pada pasien yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Lebih dari 1000 pasien penderita kanker kolon stage III yang ikut serta dalam studi ini, pertama-tama diperiksa bagaimana pola makan dapat mempengaruhi potensi dimana penyakit dapat kambuh lagi.
Studi terbaru menunjukkan bahwa mantan penderita kanker kolorektal yang pola makannya memicu berkurangnya jumlah insulin dalam darah memiliki resiko lebih tinggi kekambuhan kanker dan kematian akibat penyakit tersebut. Kadar insulin yang tinggi dapat diproduksi dengan memakan makanan yang terlalu banyak mengandung pati dan gula.
Para peneliti menemukan bahwa para partisipan dengan kadar glikemik tertinggi dan pemasukan karbohidrat tertinggi memiliki peningkatan resiko 80% terhadap kekambuhan kanker kolon atau bahkan kematian dibandingkan dengan yang memiliki kadar rendah. Diantara pasien yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas (memiliki body mass indeksi 25 kg/m2. Peningkatannya lebih tinggi.
Menurut para peneliti, faktor-faktor termasuk tingginya kadar glikemik dapat menstimulasi produksi insulin tubuh, oleh karena itu sebagai akibatnya dapat meningkatkan proliferasi sel dan menjaga proses kematian sel secara alami yang telah bermetastasis dari situs aslinya.
Metode baru Test E. Coli: E. Coli test pada air

Biozatix News - informasi popular life science dan kedokteran 
Tempat-tempat rekreasi air seringkali rentan terhadap cemaran bakteri coliform dan terkendala masalah sulitnya melakukan tes koliform dalam waktu yang cepat sebelum kondisi perairan berubah oleh kondisi lingkungan sekitar. Namun, sebuah metode baru untuk pengujian secara cepat telah dikembangkan oleh sebuah kelompok di McMaster University. Tes ini menggunakan kertas strip sederhana yang berdasarkan pada aktivitas enzim intraseluler (β-galactosidase (B-GAL) atau β-glucoronidase (GUS)) dan dapat mendeteksi E. coli pada tempat-tempat rekreasi dalam hitungan menit.
Tanda-tandanya diketahui dari perubahan warna dari yang semula tidak berwarna menjadi biru (XG terhidrolisis oleh GUS, mengindikasikan E. coli nonpatogen) dan/atau kuning menjadi merah-keunguan (CPRG terhidrolisis oleh B-GAL, mengindikasikan total koliform). Dengan menggunakan nanopartikel imunomagnetik untuk prekonsentrasi selektif, batas deteksi adalah 5 cfu/ml untuk E. coli O157:H7 dan 20 cfu/ml untuk E. coli BL21 selama 30 menit tanpa perlu kultur sel. Oleh karena itulah, tes dengan strip kertas ini akan sangat cocok digunakan untuk deteksi total koliform viable dan pathogen di sampel air pemandian atau tempat rekreasi lainnya. Selain itu, denga dilengkapi tahap kultur sel yang memungkinkan deteksi kurang dari 1 cfu/100 ml selama 8 jam akan membuat tes ini relevan untuk deteksi pathogen dan bakteri koliform total di sampel makanan dan minuman.
Study Identifies 'Superbug' MRSA in U.S. Wastewater Treatment Plants

Biozatix News - Informasi popular life science dan kedokteran
Sebuah tim yang dipimpin oleh peneliti di University of Maryland School of Public Health telah menemukan bahwa "superbug" methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) terdapat di beberapa wastewater treatment plants (WWTPs) di US. MRSA dikenal menyebakan infeksi bacterial yang sulit untuk diobati pada pasien-pasien rumah sakit namun sejak akhir 1990an diketahui bahwa MRSA juga menginfeksi orang sehat pada komunitas yang terkait.Karena orang yang terinfeksi dapat menyebarkan MRSA dari hidung dan kulitnya dan melalui feses, tempat penampungan limbah adalah seperti reservoir untuk bakteri. Para peneliti dari Swedia sebelumnya juga telah mengindentifikasi kehadiran MRSA di WWTP di Swedia. Tim Peneliti menemukan bahwa MRSA, sama seperti pathogen terkait lainnya,methicillin-susceptible Staphylococcus aureus (MSSA), dijumpai pada empat WWTP, dengan MRSA adalah setengah dari semua sample dan MSSA 55 persen.
MRSA terdapat pada 83% dari semua tempat, namun persentase sample positif MRSA dan MSSA menurun sebanding dengan treatment yang dilakukan. Hanya ada satu WWTP yang masih ditemukan MRSA di keluarannya, yaitu di tempat yang tidak dilakukan klorinasi dengan rutin pada tahapan tersiernya. Sembilan puluh tiga persen strains MRSA yang diisolasi dari WWTP dan 29% strain MSSA resisten terhadap dua atau lebih antibiotic, termasuk beberapa yang telah diterima oleh US FDA untuk mengobati infeksi MRSA.
Source: University of Maryland