About us

Showing posts with label Cancer diagnostic. Show all posts
Showing posts with label Cancer diagnostic. Show all posts

Saturday, 14 June 2014

Biocare Folate Receptor alpha IHC Assay Kit

Biozatix News - informasi popular life science dan kedokteran
Mouse anti-human folate receptor alpha monoclonal antibody [26B3.F2] specifically recognizes the alpha isoform of folate receptor. Folate receptor alpha is primarily expressed in the apical surface of some polarized epithelial cells of normal tissues (such as kidney, lung, breast, and salivary glands) and on many cancer cells of epithelial origin; namely, ovarian cancer, thyroid cancer, non-small cell lung adenocarcinoma (NSCLC) and endometrial cancer.
In the most widely studied tumor, epithelial ovarian cancer, expression of FRalpha increases with tumor stage [12], and is associated with decreased survival [11]. However, in NSCLC, FRalpha has been shown to be specific for adenocarcinomas relative to squamous cell carcinoma and other histologic subtypes, and increased expression has been correlated to increased survival [4,9].

Friday, 13 June 2014

Pesien Kanker Kolon, Jangan makan terlalu banyak makanan yang mengandung karbohidrat

Biozatix News - Informasi popular life science dan kedokteran
Sebuah studi baru yang dilakukan oleh Dana-Farber Cancer menunjukkan bahwa mantan penderita kanker kolon yang memiliki pola makan dengan makanan kaya karbohidrat dan gula komplek  cenderung mengalami kekambuhan terserang penyakitnya lagi dibandingkan dengan pasien yang memakan makanan seimbang.
Hubungan ini terutama sangat erat pada pasien yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Lebih dari 1000 pasien penderita kanker kolon stage III yang ikut serta dalam studi ini, pertama-tama diperiksa bagaimana pola makan dapat mempengaruhi potensi dimana penyakit dapat kambuh lagi.
Studi terbaru menunjukkan bahwa mantan penderita kanker kolorektal yang pola makannya memicu berkurangnya jumlah insulin dalam darah memiliki resiko lebih tinggi kekambuhan kanker dan kematian akibat penyakit tersebut. Kadar insulin yang tinggi dapat diproduksi dengan memakan makanan yang terlalu banyak mengandung pati dan gula.
Para peneliti menemukan bahwa para partisipan dengan kadar glikemik tertinggi dan pemasukan karbohidrat tertinggi memiliki peningkatan resiko 80% terhadap kekambuhan kanker kolon atau bahkan kematian dibandingkan dengan yang memiliki kadar rendah. Diantara pasien yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas (memiliki body mass indeksi 25 kg/m2. Peningkatannya lebih tinggi.
Menurut para peneliti, faktor-faktor termasuk tingginya kadar glikemik dapat menstimulasi produksi insulin tubuh, oleh karena itu sebagai akibatnya dapat meningkatkan proliferasi sel dan menjaga proses kematian sel secara alami yang telah bermetastasis dari situs aslinya.

Sunday, 1 June 2014

Study: Simple scope exam cuts colon cancer deaths

Biozatix News - informasi popular life science dan kedokteran
Sebuah studi menunjukkan bahwa latihan yang murah dan sederhana pada bagian bawah usus dapat mengurangi resiko perkembangan kanker kolon. Beberapa dokter merekomendasikan tes lengkap – kolonoskopi- namun mungkin beberapa orang akan menolak karena mahal dan tidak menyenangkan. Studi terbaru menunjukkan adanya tes yang lebih sederhana yang dapat menjadi pilihan yang baik yaitu flexible sigmoidoscopy. Studi tersebut dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine dan telah dipresentasikan pada konferensi penyakit digestif di San Diego.
Kanker kolorektal adalah peringkat kedua kanker yang paling banyak menyebabkan kematian di US dan peringkat keempat di dunia. Lebih dari 143.000 kasus baru dan 52.000 kematian karena penyakit ini yang diperkirakan di US tahun ini. Orang berumur 50 sampai 75 tahun adalah yang paling banyak memiliki resiko kanker kolon dan sangat disarankan untuk mulai diskrining, namun hanya 60% yang melakukannya. Pemerintah merekomendasikan tiga metode : tes darah feses tahunan, sigmoidoscopy setiap lima tahun ditambah tes feses setiap tiga tahun atau kolonoskopi tiap satu dekade.
Dalam kolonoskopi, sebuah tabung kecil dengan kamera yang sangat kecil dimasukkan dalam usus besar. Pasien dapat ditenangkan tapi pasien harus minum banyak cairan sehari sebelumnya untuk membersihkan usus.Sigmoidoscopy bukan pilihan yang populer di US tapi merupakan salah satu yang paling banyak digunakan di Inggris. Sigmoidoscopy juga menggunakan selang dan kamera kecil namun dapat dilakukan di kantor dokter umum, hanya memerlukan persiapan yang lebih sedikit dan harganya hanya berkisar antara US $150 hingga  US $300 lebih murah dibandingkan US $1,000 hingga $2,000 untuk biaya kolonoskopi.
“Salah satu kelemahannya adalah tidak menggunakan anestesi. Biasanya tes ini tidak sakit, namun pasien akan merasakan kram dan tidak nyaman, “ kata Dr. Durado Brooks, ahli kanker kolon American Cancer Society's. Sigmoidoscopy juga hanya dapat melihat sepertiga bagian bawah dari kolon. “ namun itu merupakan are dimana kemungkinan setengah dari polip dan kanker berkembang”, kata Brooks.
Studi baru yang diketuai oleh Dr. Robert Schoen dari University of Pittsburgh Medical Center, menguji bagaimana kerja sigmoidoscopy. Setelah sekitar 12 tahun penelitian, diketahui bahwa terdapat 21% lebih sedikit kasus kanker kolon dan 26% lebih sedikit kematian pada kelompok dengan perlakuan sigmoidoscopy. Dari kanker pada kelompok tersebut, 243 diketahui penyakitnya dari sigmoidoscopy (beberapa diantaranya ditemukan gejala dari tes lain). Para peneliti memperkirakan bahwa 97 orang lainnya mungkin dapat dideteksi dengan kolonoskopi, kata Dr. Christine Berg, kepala riset deteksi dini di  National Cancer Institute, yang membiayai penelitian ini.
“Menurut pendapat saya tidak ada keraguan bahwa kolonoskopi lebih baik dalam mendeteksi lebih nakan apabila pasien tidak mau melakukan persiapan perlakuan usus atau karena anestesi akan memberikan resiko yang besar”, lanjutnya.
New England Journal: http://www.nejm.org