About us

Showing posts with label immunohistochemistry. Show all posts
Showing posts with label immunohistochemistry. Show all posts

Sunday, 15 June 2014

Ditemukan cara menghadapi, kanker payudara yang resisten terhadap Tamoxifen ( sejenis obat kanker)

Biozatix News - informasi popular sains teknologi dan kesehatan
ScienceDaily (Nov. 2, 2012) — sebuah tim peneliti biologi kanker melaporkan penemuan baru mengenai mekanisme seluler khusus yang dapat membantu mengatasi resistensi terapi hormone pada pasien dengan kanker payudara positif estrogen.
Xiaoting Zhang, PhD, dan timnya telah mengidentifikasi ko-aktivator spesifik estrogen receptor yang dikenal dengan nama MED1- sebagai yang memainkan peran sentral dalam memediasi resistensi tamoxifen pada kasus kanker payudara manusia.
Berdasarkan data National Cancer Institute, hampir 227.000 wanita terdiagnosi kanker payudara per tahunnya di US. Sekitar 75% nya positif estrogen dan memerlukan terapi hormone seperti tamoxifen, sebuah obat yang bekerja dengan cara mengganggu kemampuan estrogen untuk menstimulasi pertumbuhan sel kanker payudara.
Berdasarkan penemuan terbaru, para peneliti di UC Cancer Institute mempercayai bahwa resistensi tamoxifen dapat disebabkan karena titik hubungan silang molekuler baru antara estrogen dan jalur sinyal HER2 (human epidermal growth factor receptor 2). Diujikan pada model pre-klinik dan sampel jaringan kanker payudara manusia, menunjukkan bahwa MED1 ber ko-amplifikasi dan koekspresi dengan HER2, sebuah gen yang meningkatkan kehadiran 20-30 persen kanker payudara manusia yang invasive dan memainkan peranan penting dalam resistensi tamoxifen.
Overekspresi HER2 mengawali aktivasi MED1 dimana reduksi MED1 menyebabkan sel kanker payudara yang resisten terhadap tamoxifen untuk merespon dan berhenti membelah. Penemuan ini seharusnya dapat menjadi peran sentral dalam memediasi resistensi tamoxifen pada kasus kanker payudara, terutama karena data terbaru juga mengindikasikan bahwa kadar ekspresi MED1 yang tinggi berhubungan dengan tingkat ketahanan hidup pasien yang diberi terapi hormone.

Thursday, 12 June 2014

Pewarnaan IHK pada jaringan hewan

Biozatix News - informasi popular life science dan kedokteran
PromARK Farma
Let your animal IHC Out
Kit Deteksi IHC untuk hewan yang terbaru dari kami dibuat dengan standar affinity purified untuk meminimalisasi cross-reaksi pada IgG sapi, kuda, babi dan domba.
Fitur :
-    Sensitivitas dan spesifitas tinggi
-    Dapat dikombinasikan untuk double stain simultan atau deteksi universal
-    Cocok untuk teknik manual maupun otomatis

Sunday, 1 June 2014

Study: Simple scope exam cuts colon cancer deaths

Biozatix News - informasi popular life science dan kedokteran
Sebuah studi menunjukkan bahwa latihan yang murah dan sederhana pada bagian bawah usus dapat mengurangi resiko perkembangan kanker kolon. Beberapa dokter merekomendasikan tes lengkap – kolonoskopi- namun mungkin beberapa orang akan menolak karena mahal dan tidak menyenangkan. Studi terbaru menunjukkan adanya tes yang lebih sederhana yang dapat menjadi pilihan yang baik yaitu flexible sigmoidoscopy. Studi tersebut dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine dan telah dipresentasikan pada konferensi penyakit digestif di San Diego.
Kanker kolorektal adalah peringkat kedua kanker yang paling banyak menyebabkan kematian di US dan peringkat keempat di dunia. Lebih dari 143.000 kasus baru dan 52.000 kematian karena penyakit ini yang diperkirakan di US tahun ini. Orang berumur 50 sampai 75 tahun adalah yang paling banyak memiliki resiko kanker kolon dan sangat disarankan untuk mulai diskrining, namun hanya 60% yang melakukannya. Pemerintah merekomendasikan tiga metode : tes darah feses tahunan, sigmoidoscopy setiap lima tahun ditambah tes feses setiap tiga tahun atau kolonoskopi tiap satu dekade.
Dalam kolonoskopi, sebuah tabung kecil dengan kamera yang sangat kecil dimasukkan dalam usus besar. Pasien dapat ditenangkan tapi pasien harus minum banyak cairan sehari sebelumnya untuk membersihkan usus.Sigmoidoscopy bukan pilihan yang populer di US tapi merupakan salah satu yang paling banyak digunakan di Inggris. Sigmoidoscopy juga menggunakan selang dan kamera kecil namun dapat dilakukan di kantor dokter umum, hanya memerlukan persiapan yang lebih sedikit dan harganya hanya berkisar antara US $150 hingga  US $300 lebih murah dibandingkan US $1,000 hingga $2,000 untuk biaya kolonoskopi.
“Salah satu kelemahannya adalah tidak menggunakan anestesi. Biasanya tes ini tidak sakit, namun pasien akan merasakan kram dan tidak nyaman, “ kata Dr. Durado Brooks, ahli kanker kolon American Cancer Society's. Sigmoidoscopy juga hanya dapat melihat sepertiga bagian bawah dari kolon. “ namun itu merupakan are dimana kemungkinan setengah dari polip dan kanker berkembang”, kata Brooks.
Studi baru yang diketuai oleh Dr. Robert Schoen dari University of Pittsburgh Medical Center, menguji bagaimana kerja sigmoidoscopy. Setelah sekitar 12 tahun penelitian, diketahui bahwa terdapat 21% lebih sedikit kasus kanker kolon dan 26% lebih sedikit kematian pada kelompok dengan perlakuan sigmoidoscopy. Dari kanker pada kelompok tersebut, 243 diketahui penyakitnya dari sigmoidoscopy (beberapa diantaranya ditemukan gejala dari tes lain). Para peneliti memperkirakan bahwa 97 orang lainnya mungkin dapat dideteksi dengan kolonoskopi, kata Dr. Christine Berg, kepala riset deteksi dini di  National Cancer Institute, yang membiayai penelitian ini.
“Menurut pendapat saya tidak ada keraguan bahwa kolonoskopi lebih baik dalam mendeteksi lebih nakan apabila pasien tidak mau melakukan persiapan perlakuan usus atau karena anestesi akan memberikan resiko yang besar”, lanjutnya.
New England Journal: http://www.nejm.org