“Bom Pintar untuk Melawan Kanker Payudara”
By MARILYNN MARCHIONE - AP Chief Medical Writer - Associated PressSunday, June 3, 2012Biozatix News - informasi populer life science dan kedokteran
Para dokter telah sukses mengeluarkan “bom pintar” untuk kanker payudara, dengan menggunakan obat untuk memasukkan toksin ke sel tumor tanpa mempengaruhi sel normal. Uji ini melibatkan 1000 wanita dengan kanker yang parah dan perawatan yang diberikan kepada mereka untuk meningkatkan ketahanan hidup. Setelah dua tahun, 65 persen dari wanita yang mendapat perawatan tersebut yang masih hidup dibandingkan 47 persen wanita yang ada dalam kelompok pembanding yang diberi obat kanker biasa.
Faktanya, ada banyak wanita yang diberi treatment baru tersebut yang masih bertahan hidup namun para peneliti tidakdapat menentukan rata-rata lamanya bertahan hidup. Sebuah peringatan untuk pasien yang masih memiliki harapan : obat tersebut masih dalam tahap eksperimental, sehingga belum tersedia secara komersil. Diharapkan obat tersebut dapat dipasarkan mulai tahun depan.
Treatment tersebut menggunakan Herceptin, yang merupakan terapi bertarget gen yang pertama untuk kanker payudara. Terapi ini sudah digunakan pada sekitar 20 persen pasien yang memiliki overproduksi protein tertentu.
Para peneliti mengkombinasikan Herceptin dengan kemoterapi , ditambah bahan kimia untuk menjaga keduanya tetap tertaut sampai mencapat sel kanker dimana racun dapat dilepaskan untuk membunuh sek kanker tersebut.
Senjata ganda ini, disebut T-DM1 adalah “bom pintar” meskipun sebenarnya tidak sepintar namanya. Herceptin hanyalah sebuah substansi yang mengikat ke sel kanker payudara saat ia mulai mencapainya. Para dokter menguji T-DM1 pada 991 wanita dengan kanker payudara invasive yang menjadi semakin parah dengan treatment kemoterapi dan Herceptin biasa. Mereka diberi infus T-DM1 setiap tiga minggu atau infuse Xeloda dan Tykerb setiap hari- yang merupakan treatment satu-satunya yang diperbolehkan untuk beberapa kasus.
Waktu tengah hingga kanker menjadi semakin parah mendekati waktu 10 bulan pada wanita yang diberi treatment TDM-1 sedangkan yang tidak mendapatkan treatment dengan TDM-1 mendekati waktu 6 bulan. TDM-1 memiliki efek samping yang lebih sedikit daripada obat lain. Beberapa wanita yang mendapat treatment dengan TDM-1 memiliki tanda-tanda kerusakan ginjal dan turunnya kadar faktor penggumpalan darah, tapi kebanyakan tidak memiliki masalah biasa pada kemoterapi.
"Dapat dikatakan bahwa ini adalah bom pintar yang dapat meracuni tumor namun tidak banyak menyebabkan kerusakan organ lain” kata Dr. Louis Weiner, direktur Georgetown Lombardi Comprehensive Cancer Center.