About us

Sunday, 1 June 2014

Discovery of the Cellular Origin of Cervical Cancer

Biozatix News - informasi populer life science dan kedokteran
Sebuah tim peneliti dari A*STAR’s Institute of Medical Biology (IMB) and Genome Institute of Singapore (GIS) bersama dengan para dokter dari Boston’s Brigham and Women’s Hospital (BWH) telah mengidentifikasi satu set unik sel pada serviks yang menjadi penyebab kanker serviks karena human papillomaviruses (HPV). Yang paling signifikan adalah tim tersebut juga menunjukkan bahwa sel ini tidak beregeneasi saat dipotong. Penemuan ini membawa dampak besar dalam diagnosis, pencegahan dan treatment kanker serviks. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal ternama : Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).
Kanker serviks menempati urutan ketujuh kanker yang paling banyak diderita wanita di Singapura dan terdapat 200 kasus kanker serviks yang terdiagnosa setiap tahunnya. Infeksi karena HPV adalah penyebab umum resiko kanker serviks. Infeksi HPV menyebabkan kanker pre-invasif, yang disebut dengan CIN (Cervical Intraepithelial Neoplasia), yang merupakan lesi pre-kanker yang dapat berkembang dan berpotensi menjadi kanker yang invasif.
Tim tersebut menemukan bahwa kumpulan diskrit sel ini, yang terdapat di squamocolumnar junction serviks, mengekspresikan biomarker secara unik yang terlihat dalam semua bentuk kanker serviks infasif yang berhubungan dengan HPV. Ini berarti bahwa marker penanda populasi sel ini dapat menyediakan jalan untuk membedakan lesi prekanker yang berpotensi bahaya dengan prognosis jinak.
Dr. Wa Xian, ketua peneliti di IMB mengatakan, “ Studi kami juga menunjukkan bahwa populasi sel unik ini tidak kembali muncul setelah ablasi oleh biopsy. Penemuan ini membantu menjelaskan rendahnya tingkat infeksi HPV pada serviks setelah terapi dan juga memunculkan kemungkinan langka bahwa dengan membuang sel ini pada wanita muda dapat mengurangi resiko kanker serviks. Hal ini seharusnya dapat menjadi alternatif untuk vaksin yang sekarang ada untuk melindungi dari HPV 16 dan 18.
Dr Frank Mckeon, Senior Group Leader di  GIS, mengatakan “ pekerjaan kami sebelumnya pada kanker esophageal membuka kemungkinan adanya terapi pencegahan untuk menyingkirkan penyakit dengan membuang sekelompok kecil sel tersebut ”  Prof Birgitte Lane, Executive Director IMB, mengatakan “ studi ini mendorong untuk mengetahui pentingnya populasi sel target spesifik dibalik kanker. Ini adalah contoh kuat dari apa yang bisa dilakukan dengan menggabungkan antara ilmu patologi dengan genetika molekuler modern untuk membuka rahasia pentingnya informasi baru, bahkan pada penyakit yang sudah lama dipelajari seperti kanker serviks.”
Source: Agency for Science, Technology and Research (A*STAR), Singapore

No comments:

Post a Comment